Dari Sebuah Surat Ucapan Ulang Tahun yang Panjang
Sabtu, 7 Februari 2015. Hari yang panas. Cuaca yang panas. Terik. Saya di sini, mendidih di balik dinding kamar lantai dua Perumahan Mastrip Blok B, mengamati dedaunan di depan kamar lantai dua yang terpapar sinar matahari dari pintu kamar yang terbuka lebar-lebar, sekaligus awas akan kehadiran pemangsa kecil yang seringkali berkunjung tanpa permisi di ruangan ini. Saya punya kebiasaan membersihkan kamar sebelum mulai beraktivitas. Entah itu akan pergi dan melewatkan seharian di luar rumah, maupun sekadar membaca buku di atas tempat tidur maupun menonton film dan serial televisi yang sudah berulangkali diulang. Pokoknya suasana kamar harus benar-benar bersih, setidaknya tak ada kotoran di lantai yang terlihat kasat mata. Kemudian barulah saya akan menggelar lapak dagangan hidup saya. Dagangan karena bagi saya seperti pencari nafkah, bahan bakar kehidupan saya yang sebegitu-sebegitu saja. Tidak menghasilkan uang, bagi saya nafkah bukanlah uang semata. Namun apa yang saya lakukan di...