Entah Untuk Apa
Aku ingin menangis Entah untuk apa Bernyanyi dengan sedih Tak tahu untuk siapa Jemari ini terus menekuk, membekuk dalam kekosongan Entah untuk siapa dan sampai kapankah Mendengarkan suara-suara yang menggema jauh Begitu jauh, tak teraih baik untuk siapapun Aku ingin memandangmu, entah sampai kapan Menelusuri bekas kejayaan senyum yang membuatku meroma Nanar menyesap meresap bagaikan kopi pagi ini Hitam, kelam, tak terlupakan Menyurati layar monokrom yang berdengung datar Menunggu, entah untuk apa ...