Posts

Showing posts from September, 2015

Nobody Would Listen

Ada kalanya, saya begitu membenci hidup sebanyak saya membenci diri saya sendiri. Kepekaan saya terhadap banyak hal berkurang, seiring dengan makin bodohnya saya dalam melakukan sesuatu. Hingga saya lupa, kapan terakhir kali saya merasa begitu baik dalam mengerjakan sesuatu.  Saya begitu lelah. Malam ini. Saya begitu lelah bahkan untuk menyadari bahwa jalan saya masih panjang terbentang dan saya tak punya jaminan apa-apa terhadap diri saya sendiri dan apa yang saya lakukan. Saya mencoba tidak berkata maaf dan lebih banyak membodohi diri saya sendiri. Sejujurnya banyak hal kontradiktif yang terjadi dalam hidup saya. Terlaul banyak hal yang berkecamuk dan bergulat dalam diri dan pikiran saya sendiri. Kendatipun saya tak pernah mau. Seperti ingin pergi tapi tak ingin merepotkan. Ingin mengeluh tapi tak ingin terlihat lemah. Ingin menghentikan perjuangan tapi tak ingin selalu begini. Saya rasa saya hanya menatapi dinding kokoh yang entah bisa saya lampaui atau tidak. Saya juga...

Bisa Nyebrang di Bali

Image
Ha, its been a week. Dan seperti film yang berputar begitu cepat, kini saya sudah kembali duduk di lantai kamar saya yang dingin, ditemani angin yang pelan merambah ke ranting-ranting pepohonan di depan rumah.             Satu minggu juga saya meninggalkan ruangan ini berikut segala aktivitas di dalamnya. Termasuk laptop sebagai sarana saya menulis ini. Jangan tanya bagaimana rasanya, karena begitu saya sampai kemarin dan benar-benar punya waktu luang, saya langsung menyalakan laptop dan bersiap memulai perjuangan saya yang sebenarnya. Tempat yang takkan bisa saya khianati kendati jutaan kali saya berada di sana. Tempat jari-jari saya berfungsi sebaik-baiknya dan menjalankan tugasnya, pun tugas saya. Saya rindu keadaan ini. Bisa kembali menulis walau seperti biasa tak jelas juntrungnya. Mungkin saya harus mengubah nama blog saya menjadi hal yang benar-benar tak penting dan tanpa tendensi. Tapi sayang juga. Bisa lah dipikirkan nan...

Lelaki dan Dua Hal yang Selalu Berpasangan

            Laki-laki.             Entah mengapa saya tergerak untuk menulis tentang laki-laki. Sebelumnya saya memperingatkan bahwa saya tidak akan membicarakan hal-hal esensial yang sifatnya hakekat tentang sosok bernama laki-laki. Saya juga tidak menggeneralisasikan laki-laki untuk pada akhirnya mencapai kesimpulan tertentu.             Dalam tulisan saya kali ini, saya tidak ingin mencapai kesimpulan apapun. Saya ingin mengungkapkan apa yang saya pikirkan dan berharap menemukan hal-hal baru yang sekiranya berguna bagi diri saya.             Saya juga tidak ingin mengakali apa-apa, tidak juga ingin menjelaskan panjang lebar alasan saya memperlakukan laki-laki. Secara umum, saya berusaha menulis dengan sejujur-jujurnya. Dan selalu terbuka dengan tanggapan apapun, entah itu saran, k...

Waktu-Waktu Luang

            Menulis saat terlalu datar begini tidak begitu mengasyikkan juga rupanya.             Kalimat itu membuktikan bahwa saya sudah ‘mencoba’ menulis berkali-kali, sekadar memperbaharui tulisan demi tulisan yang semakin lama semakin tua. Dan membuktikan pula bahwa percobaan-percobaan itu tidak semuanya berhasil. Tidak semuanya pula gagal.             Mungkin tulisan kali ini akan berakhir menjadi salah satu dari sekian posting saya, atau mungkin juga berakhir di recycle bin , menunggu untuk benar-benar dihapus. Entah. Setidaknya saya harus mencoba terlebih dahulu, kan. Baiklah.             Hari-hari yang panjang ini mengingatkan saya akan banyak hal yang telah saya lalui. Membut saya melakukan hal-hal secara berulang-ulang. Menonton film yang sudah saya tonton, mendengarka...

Tiada Sanggup

Aku bertanya-tanya, mengapa begitu banyak kehilangan akhir-akhir ini Di luar Ada semut merambat pelan dari jejak-jejak air Dan daun-daun kering di angin yang layu Dari suatu hari, ada dan tiada Dari luar Pekik dan sorak membasahi ujung jalan yang mulai sekarang tidak ingin kuingat namanya tidak mau kuterka panjangnya Ada lonceng angin yang gemerincingnya melebihi gurau Dan kalau saja bisa, aku menyisipkan sudah dalam setiap upaya Ketika pada akhirnya beranjak dari kamar ini Aku tidak tahu, Mengapa belakangan ini aku begitu banyak kehilangan sesuatu

Alpa

Image
Bebatuan yang aku lalui hari-hari ini tajam sekali. Jalan yang aku lewati juga belum kering lumpur di keloknya. Biarlah. Biarkan saja angin depan rumah ini yang akan menemani hingga waktu-waktu selanjutnya. Aku tinggal merapatkan jaket, berselimut, menggenggam mug berisi minuman panas atau apalah. Sembari membayangkan hangat matahari yang paling kurindukan, di tempat ini.  Ranu Kumbolo, 23 - 25 Juli 2015. Membersamaimu.