Posts

Kenapa (tetap) Naik Gunung

            Selamat pagi.             Ketika saya menulis ini, saya sudah di Jogja. Beberapa hari yang lalu saya lewatkan di rumah untuk sebuah acara keluarga dan menghadiri agenda tahunan saya sejak saya lulus SMA.             Setiap semester, saya selalu memiliki agenda atas acara-acara besar yang mengharuskan kehadiran saya dan biasanya harus mengambil jatah libur kuliah saya. Hal itu pulalah yang menambah semangat saya untuk kuliah di hari-hari yang panjang atau panas luar biasa sehingga kemalasan saya meningkat drastis dari biasanya. Saya pun berharap seterusnya begitu kendati tidak ada acara yang harus saya hadiri. Namun motivasi itu bertambah sedemikian rupa karena mengingat acara-acara tersebut umumnya luar biasa spesial.             Seistimewa apa? ...

The Party-Goers

            Kali ini saya mencoba mengawali tulisan saya ini tidak dengan pertanyaan. Tidak juga dengan keresahan dan kegelisahan. Mungkin ini dapat disebut keheranan yang terkontrol.             Semester yang lalu, saya mengikuti mata kuliah Etnografi Wilayah Eropa dari program studi Antropologi. Alasannya simpel; saya harus memenuhi tuntutan SKS dan tidak ada mata kuliah lain yang paling saya minati. Sejujurnya, itu kali pertama bagi saya untuk sekelas dengan teman-teman jurusan lain di kampus saya. Sebelumnya, sih, pernah. Tapi itu kelas tari yang notabene memang pada beda kelas. Nah kalau ikut kelas dari jurusan lain, saya merasa seperti tamu. Gara-gara sering melihat orang-orang luar jurusan saya yang duduk di dalam kelas dengan muka tertekuk. Hehe.             Kelas etnografi sangat menarik bagi saya yang seumur...