Posts

Filosofi Hati

Image
Filosofi Hati             Mungkin terlalu pongah menulis mengenai sesuatu yang murni dan bersih. Seputih setiap lubuk hati manusia. Sesuci segala sesuatu dari sana yang mengatasnamakan cinta. Padahal tidak satu pun dari kita pernah benar-benar tahu seperti apa wujudnya.             Apakah cinta itu perasaan? Berbunga? Perasaan bahagia dan senang yang kemudian dapat berganti menjadi luka yang tak tergantikan?             Apakah cinta itu pikiran? Ketika rasa indah itu berkembang tulus dari pikiran yang terbuka mengenai orang lain. Saat hati ini mau membuka dirinya untuk mengakui kelemahan diri sendiri bahwa pesona itu harfiah dan lahiriah. Tak layak dihindari dengan sebelah mata.             Apakah cinta itu sebatas penglihatan? Pendengaran? Saat mata dan t...

Another Posting

            Lagi dan lagi.             Hari ini mungkin kesekian kalinya saya menghabiskan sore dengan mendengarkan lagu More Than This-nya One Direction. Sungguh, saya bukan sepenuhnya latah dan ikut banyak orang (yang notabene cewek) tergila-gila dengan boyband atau vocal grup dari Barat itu (maafkan kalau istilah yang saya gunakan rasis). Tapi lagunya memang bagus. Dan sepanjang pengetahuan saya, lagunya yang saya dengarkan full pun hanya What Makes You Beautiful dan More Than This saja.             Tahu lagunya pun dari teman-teman. Liat video clipnya juga baru satu-dua dan saya convert ke MP3 baru kalau benar-benar enak dan saya ketagihan mendengarkan. Lain-lainnya, misalnya ketampanan para membernya terutama si Zayn Malik. Bisa diurus belakangan lah. Hehe. Maksud saya, bukan yang terutama sekarang.  ...

(maunya) 16 Juli 2012

16 Juli 2012. Akhirnya setelah sekian lama nggak nyambangin blog sama sekali, sekarang baru ada kesempatan untuk bisa nulis sebebas ini. Setelah sebelumnya terjerat liburan yang menyesakkan juga, menyenangkan juga, dan juga terjerat program kerja MOS PENA yang sangat menyita tenaga seminggu ini. Sesuai dengan passion dari kelas X, jadi komdis rasanya memberikan kepuasan setelah target untuk itu terpenuhi. Berlima, kami berusaha mengubah image komdis yang tahun lalu berasa melunak. Tahun ini kelas kembali dipenuhi pot (pecah v._.), sentakan penggaris, guntingan rambut, dan lain sebagainya. But, overall I say congratulations for the new student that can passed that test nicely. Maafin kakak-kakak komdis ya udah ngebentak-bentak kalian, ini kan buat kebaikan kalian juga. Supaya nggak terus-terusan manja-manjaan di masa SMA yang makin lama terasa makin sulit ini. Oke, lupakan. Seharusnya saya bisa melupakan semuanya lebih awal dan menulis lagi dengan baik. Saya telanjur ditelan ke...

Just A Rockstar

Cukup terenyuh sepanjang petang ini membaca Gie. Saya kagum dengan pikirannya, realitanya, perasannya, buah tangannya, dan tindakannya. Nasionalis, meskipun ia mengelak dibilang begitu. Tapi citranya sungguh kuat sebagai orang yang mau melakukan apapun tanpa embel-embel apapun di negeri ini, demi jutaan manusia lain yang turut merasakan ketidakadilan dan kesengsaraan. Biarpun ia mungkin tidak begitu merasakan apa yang mereka rasakan. Namun disinilah Gie berdiri. Memperjuangkan hak-hak jutaan orang lain yang tidak dikenalnya. Namun ia berani berjuan demi mereka. Demi ketiadaan itu. Dari dunia ini, cukuplah beranggapan semua orang akan memperjuangkan harapan, cita-cita, tujuan, cinta, ideology, kepercayaan, persahabatan, dan sebagainya. Namun pernahkah anda pernah berjuang tanpa harapan? Tanpa imbalan apapun, demi orang yang tidak anda kenal. Demi sesuatu yang disebut kebenaran. Yang selama ini hilang dari hidup kita. Sejujurnya saja saya tidak tahu apa tujuan...