Benar-benar Entri

Kenapa judulnya begitu? karena memang ini saya posting sambil online. Ngetik langsung di lembaran entri baru di dashbor blogku. Secara dulu sebenarnya saya juga begitu tapi akhirnya putus asa gara-gara tulisan yang udah capek-capek diketik ilang begitu aja gara-gara ga ke save akibat koneksi internet yang ababil walaupun sudah pakai LAN sekolah (psst. ini rahasia anak OSIS, hehe).
Hari ini nggak jelas lagi mau posting apa setelah kemarin gila-gilaan posting gara-gara new connection yang membebaskan saya untuk meluangkan waktu melongok dunia maya. duile.. hanya saja kali ini saya ditemeni Snow On The Sahara-nya Anggun yang saya suka banget. Empuk banget nih lagu. Walaupun saya juga nggak ngerti empuk darimananya. Tapi saat mendengarkan rasanya kriyuk gitu. Enaaak banget. Flow-nya enak. Suaranya keren sangat. Walaupun nggak teriak-teriak, saya rasa Anggun tetaplah Anggun yang suaranya super unik dan bagus.
Sekarang saya lagi sibuk mengurusi bangku universitas lanjutan nanti. Masih belum banyak mengerti dengan beberapa sistematika ujian dan berusaha keras mengurusinya esok hari. Hm.. saya menghela napas lagi. Belakangan saya frustasi sekali. Mungkin gara-gara nggak keterima SNMPTN. Mungkin gara-gara beban dadakan yang ambruk di pundak saya begitu saja. Hingga tidak diterima dengan baik sampai ambruk ke kepala. Saya masih belum bisa ngetik banyak hari ini (memang ditungguin?). Maaf kalau lagi-lagi blog ini jadi tempat sampah. Yang jelas saya lagi stres hari-hari ini. Tidak nafsu makan sampai bobot turun dan tirus lagi wajah ini, rambut rontok dan insomnia seperti sekarang.
Saya juga tidak mau banyak berkomentar tentang mulut orang-orang pintar. Atau yang merasa pintar. Semoga Tuhan bersama anda semua. Kadang saya dapat bahan bagus saat berkumpul bersama teman-teman. Mungkin ini juga efek kemarin tidak tidur semalaman dan nongkrong di Ibor sama Mas Tem, Fauzi, Rijal, Yus dan Lep. Walaupun hanya ngomong ngalor ngidul, yang diidentifikasikan dengan omong kosong. Ah, orang ya orang lain. Mereka tidak pernah memakai sepatu saya, tidak pernah tahu saya lahir di mana, tidak pernah tahu apa yang pernah saya alami, jadi mereka berkomentar sesuka mereka memakai sepatu yang bagaimana, lahir di mana, dan apa saja yang mereka alami. Seperti yang saya sebut sebelumnya, kini saya sedang jadi tokoh sampingan yang dinilai lucky hidupnya gara-gara kebejo-an saya. Sebutlah saya orang bodoh.

Comments

Popular posts from this blog

Intens

Mengapa ke Đà Nẵng

Aku Tidak Apa-Apa:)