Diarrhea


            Lelaki mencintai bagian diri mereka yang mencintai perempuan.


            Lelaki bisa mengatakan tidak bisa hidup tanpa perempuan yang ia cintai. Tetapi saya pikir laki-laki bukannya tak bisa hidup tanpa perempuan yang ia cintai. Lelaki tak bisa hidup tanpa bagian dari diri mereka yang mencintai perempuan itu. Semua lelaki egois, itu betul. Lelaki mencintai ranum harapan yang mereka tanam untuk perempuan yang mereka kasihi. Dan lelaki berharap akan menyemainya bersama-sama. Lelaki haruslah egois untuk mewujudkan kebahagiaan bagi ia dan kekasihnya.
            Lelaki harus menangis. Lelaki harus berani menangis karena mereka telah berusaha sekuat tenaga dan tidak dapat mewujudkan apa yang mereka usahakan. Lelaki haruslah menangis karena air mata adalah awal mula perjuangan baru dari apa yang mereka gagal wujudkan. Lelaki harus menangis untuk segala yang telah ia lakukan, yang mana sangatlah berarti. Lelaki harus menghargai diri mereka sendiri dibanding perempuan. Tetapi lelaki yang baik akan menghargai perempuan lewat bagaimana mereka menghargai diri mereka sendiri.
            Lelaki harus brengsek, bajingan, pecundang. Dan segalanya. Tak masalah. Lelaki tidak ditakdirkan sebagai makhluk prerogatif yang memiliki hak kemenangan mutlak. Lelaki berhak gagal. Lelaki berhak menjadi seseorang yang brengsek, bajingan, ataupun pencundang. Lelaki haruslah brengsek; indifferent untuk perempuan yang tak mereka cintai. Lelaki haruslah bajingan; untuk orang yang menyakiti perempuan yang ia cintai. Lelaki harus pecundang; untuk tahu waktunya menyelesaikan usaha dan pergi dari perempuan yang tak menghargai mereka.
            Tentu saja lelaki berhak untuk itu!


            Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dalam usahanya meraih kekuasaan. Mengorbankan pertemanan, kehormatan, dan pengabdiannya agar mampu menjadi seorang yang digdaya. Tetapi dalam perjalanan Arok merebut kedigdayaan itu, apakah Ken Dedes adalah cara untuk menjadi seorang sakti dan unbeatable ataukah Ken Dedes adalah bagian dari kekuasaan dan kesaktiannya?


            Yang jelas lelaki tak boleh merengek. Lelaki harus merebut. Berkelahi. Menyita segalanya. Lelaki yang baik akan memiliki sepenuh hati perempuan yang dicintainya karena ia mampu akan itu. Ia menjadi perlambang kedigdayaannya atas dirinya, dan diri orang yang kini ia tanggung, ia lindungi. Lelaki haruslah posesif pada apa yang telah menjadi miliknya karena berarti ia mendapatkannya dengan sekuat tenaga.
            Lelaki yang tak peduli, mati saja. Karena mereka belum sanggup diberi tanggung jawab memelihara hati perempuan. Dan perempuan adalah sosok pasif. Bisa memilih tapi tak bisa menentukan. Atau bisa menentukan tapi tak bisa memilih. Perempuan memang bodoh. Tetapi lihai. Perempuan punya cara untuk menjadi diri mereka di saat itu juga. Perempuan adalah penampang. Ia membuat lelaki mengalir mengikuti lekuknya. Menjadi yang sesuai dengan ia. Karena dominasi dalam sebuah hubungan adalah sah adanya.
            Lelaki dan perempuan laksana simbiosis dalam bahasa Indonesia. Menerangkan-diterangkan. Satu bertindak, satu terjelaskan sifat-sifatnya. Satu tak bertindak pun, yang satu akan menjelaskan sifat-sifatnya.
            Lelaki dan perempuan adalah gersang dalam tahun-tahun kebersamaan mereka. Meniti hari dan mencari-cari sesuatu yang baru atau mengais kenangan yang lalu. Lelaki dan perempuan adalah mereka yang bertahan. Apapun caranya.
            Semenyakitkan apapun, lelaki dan perempuan adalah mereka yang masih bisa berdiri tegak berdampingan. Ada yang saling gandeng. Ada yang saling rangkul. Ada yang berjarak dua meter atau dua puluh kilometer. Tetapi lelaki dan perempuan adalah mereka yang masih bisa berdiri tegak di atas pandangan masing-masing. Orang lain adalah debu. Orang lain adalah nista.
            Lelaki dan perempuan adalah hujan yang basah dalam sebuah hutan bambu tempat gadis kecil terduduk mengenakan sehelai daster rumahan yang terciprat air genangan jalan, yang sekelilingnya gelap.


            Lelaki seharusnya mencintai bagian diri mereka yang mencintai perempuan. Tak peduli betapa berartinya seorang perempuan, bagian itulah yang membuat lelaki menjadi lelaki. Sepergi halnya a secret makes a woman woman.
            Lelaki haruslah menyimpan gurun tempat mereka melandaskan luluh lantaknya akan satu perempuan dan menyimpannya di tempat terdingin sekalipun.
            Lelaki tak perlu takut kehilangan perempuan. Perempuan yang hilang berarti tak layak dicintai. Hubungan bisa berakhir kala lelaki dan perempuan sama-sama meninggalkan. Tetapi lelaki tak perlu takut kehilangan perempuan. Dalam diri lelaki ada sisa-sisa perempuan yang tetap hidup sepertinya halnya dalam diri perempuan ada celah-celah lelaki yang masih menggenang. Perempuan juga tak perlu takut kehilangan lelaki. Sebab lelaki takkan hilang.
            Lelaki dan perempuan takkan hilang apabila mereka benar lelaki dan perempuan.


Di sebuah petak tempat gelap membuat segalanya ada dan terang membuat semuanya nyata. Mencoba-coba, mungkin kekacauan adalah bagian diri kita yang paling benar.

Comments

Popular posts from this blog

Come Back to Me, Annapurna

Mengapa ke Đà Nẵng

My Own Steps